Kebun Edukasi Hidroponik (KEH) dibangun Taman Botani Sukorambi sejatinya bukan semata untuk kepentingan pariwisata. Lebih dari itu, Botani bersama komunitas hidroponik di Jember ingin meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

Sebab, bila dikelola dengan baik dan terbangun kebersamaan antar komunitas, hidroponik bisa menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga. “Botani dan Kopa TTN sinergi dengan Tins sebagai salah satu pengusaha hidroponik ingin menjalin sinergi agar produk hidroponik Jember bisa dipasarkan dengan lebih baik lagi,” ujar Febrian Ananta Kahar, pemilik Taman Botani Sukorambi.

Hidroponik sengaja dipilih Botani karena mudah dikembangkan, bisa dilakukan skala rumah tangga, dan tidak tergantung faktor eksternal, seperti cuaca dan air. “Kami mengajak semua pelaku hidroponik untuk bersatu. Jember punya modal karena masyarakatnya dikenal rajin berusaha,” tandasnya.

Titin Sumarni, pengusaha hidroponik dengan bendera Tins Hidroponik Jember, mengaku, sebenarnya pasar produk hidroponik di Jember masih cukup besar. Modal utama untuk membangun hidroponik adalah kebersamaan dan kontinyuitas dalam memenuhi kebutuhan pasar. “Tidak bisa satu komunitas jalan sendiri. Perlu gandeng tangan, jalan bersama. Semoga apa yang diinisiasi Botani bisa membawa kemajuan bagi hidroponik di Jember,” harapnya.